 |

Tianshi Menu |
 |
|
|
| |
|
|
 |
 |
 |
 |
 LNI
Menu  |
 |
| |
|
|
 |
 |
 |
|
|
 |

DATE/TIME  |
 |
| |
|
|
 |
 |
 |
|
|
|
|
|
|
 |

PICTURE  |
 |
| |
|
|
 |
 |
 |
|
|
 |
 LINK  |
 |
| |
|
|
 |
 |
 |
|
|
|
 |
 |
|
|
PROFIL SUKSES
|
Louis Tendean
Bila
diurutkan dari atas ke bawah, posisi Upline-Downline,
Maka yang pertama adalah Agus Trilaksono, Rudi M Noer,
Trisulo lalu Louis Tendean. Namun Anehnya Louis
memiliki peringkat lebih tinggi dibandingkan para
Uplinenya. Ya disinilah salah satu kelebihan bisnis
Tianshi, siapa yang bekerja lebih keras akan
mendapatkan hasil lebih banyak.
Orang yang dijuluki si Anak Ajaib ini, di tahun 2003
telah masuk ke dalam daftar 100 Pemasar Terkaya yang
diterbitkan Majalah Warta Bisnis Edisi 18/1/15
Oktober 2003. Dalam daftar pemasar yang ditulis Warta
Bisnis, disebutkan bahwa hanya dalam waktu kurang
dari 2 tahun menjalankan bisnis Tianshi, Louis telah
memiliki income di atas Rp.500 Juta perbulan,
menyalip para Uplinenya dan menyalip Income tertinggi
para Leader CNI dan Amway yang telah menjalankan
bisnisnya lebih dari 10 Tahun, serta menyalip income
tertinggi para Agen Asuransi dan Broker Properti.
|
|
Trisulo
Pria
dengan berpenampilan tenang ini menyelesaikan kuliah
S1-nya di tehnik sipil Universitas Parahyangan,
Bandung. Setelah menyelesaikan S1 kemudian memilih
meneruskan S2 dari pada melamar pekerjaan sampai
detik ini. Sejak masih kuliah, tepatnya tahun 1993
mulai belajar tentang Network Marketing dan
memutuskan untuk berkarir di jalur network marketing,
karena baginya network marketing telah mengajarkan
kesadaran untuk menentukan jalan hidupnya sendiri dan
memberi cara untuk mewujudkan mimpi-mimpinya.
Multilevel memungkinkan untuk hidup secara ideal,
yaitu memiliki kebebasan dalam mengatur waktu dan
kebebasan dari persoalan keuangan. Suami dari mojang
Bandung bernama Fitri Firawati ini memang merasa
bahwa dirinya adalah tipe orang yang lebih memilih
menjadi orang bebas daripada bekerja pada orang lain,
hingga akhirnya bergabung dalam bisnis Tianshi.

Dalam waktu 1 tahun membangun bisnis Tianshi ini,
Trisulo mendapatkan bonus BMW yang diterimanya di
Jakarta tahun 2002. Trisulo juga sudah membiayai
dirinya untuk ikut pergi haji. Keberhasilan ini mau
tak mau membuat seluruh familinya yang semula
mencemooh, menjadi tercengang kagum. Mereka akhirnya
ikut bergabung di Tianshi. Keberhasilan Trisulo
membuktikan kepada keluarganya bahwa pilihannya tidak
salah. Bahwa jalan yang ditempuhnya juga bisa
menjanjikan masa depan yang berkualitas.
Lalu, apakah impian Trisulo sudah selesai ? Tidak, ia
masih memiliki banyak impian lagi. Diantaranya ia
ingin membangun rumah lengkap dengan kolam renang dan
sarana fitnesnya, ingin mendapat income 500 juta
rupiah perbulan pada akhir tahun in, ingin membangun
masjid dan yayasan yatim piatu dan ingin tetap sehat
sampai tua. Itulah antara lain mimpi-mimpinya di masa
depan.
|
|
Rudy M Noer
Anak pertama dari 5 bersaudara ini mempunyai
tanggungjawab yang besar sebagai anak sulug. Tinggal
di kampung, masuk gang-gang kecil. Berasal dari
keluarga sederhana, namun dengan didikan orangtua
yang mengajarkan anak-anaknya dengan berlandaskan
nilai-nilai keagamaan yang menjadi dasarnya, didukung
dengan sejak kecil di komunitas betawi dengan
religius yang kuat.
Tianshi dipakainya sebagai kendaraan untuk merealisir
diarea spiritual, finansial, keluarga dan sosial.
Terutama dia suka melihat orang-orang berubah
kehidupannya, cara berpikir dan paradigmanya baik
kesehatan dan kesejakteraannya.
Selain bonus ratusan juta rupiah tiap bulan serta
BMW, yacht, pesawat dan villa yang sudah diterimanya,
yang terpenting di belajar memahami apa itu impian,
karena dulu dia orang yang biasa-biasa saja. Sekarang
dia tahu bahwa dalam diri setiap orang punya
kemampuan dasyat yang bisa dikembangkan, bagaikan
raksasa yang dibangunkan.
|
|
Agus
Trilaksono
Modalnya
saat pertama menjalankan bisnis Tianshi hanya
brosur-brosur, buku dan informasi lainnya yang
semuanya dalam bahasa cina. Tapi bukan Agus namanya
jika ia menyerah hanya karena kendala keil seperti
itu. Jatuh bangunnya di berbagai usaha yang pernah
dirintisnya sejak ia lulus kuliah dari sebuah
perguruan tinggi di Malang, juga telah semakin
mematangkan dirinya sebagai lelaki yang tangguh. Ia
bahkan pernah berjualan es cendol di pasar tanah
abang ketika pertama kali hijrah ke Jakarta setelah
usaha yang dirintisnya di Surabaya bangkrut.
Agus mulai menjalankan bisnis Tianshi setelah
berhasil meyakinkan dirinya sendiri, tentu saja
setelah yakinpun perjuangan masih berat. Tapi Agus
pantang menyerah.
Kini, lelaki berwajah ramah ini tinggal menikmati
buah perjuangannya. Ia sudah memiliki beberapa rumah
di Jakarta dan Surabaya. Ia juga memiliki sebuah
yacth (kaal pesiar) sebagai hadiah bagi prestasinya
di Tianshi. Rencananya, ia ingin mendirikan sebuah
sekolahan bermutu vagi anak-anak yang kurang mampu.
Mungkin obsesinya ini adalah cerminan dari masa
kanak-kanaknya sendiri yang merasakan sulitnya
bersekolah sambil mencari uang utuk membiayainya.
|
|
Anjar
Setiono (Silver Lion)
“Insinyur Geologi Terowongan yang Beralih Profesi”
Anjar
memulai bisnis ini bermula dari penjelasan seseorang
yang latar belakangnya adalah insinyur sipil yang
sukses setelah bergabung di Tianshi. Yang membuat dia
menjalankan bisnis ini karena menurut dia bisnis ini
sama sekali tidak ada resikonya, yang ada hanya
kebebasan dalam waktu, tidak terikat dan tidak
dikejar-kejar oleh waktu dan secara finansial sangat
memuaskan. Dia memperjuangkan bisnis ini demi masa
depan orang-orang yang dicintainya dan yag terpenting
adalah putra dan keluarganya yang setia dan selalu
memberikan dukungan, doa kepada dia.
Secara bertahap Anjar mulai merasakan hasil dari
bisnis ini, kebebasan waktu dan uang. Dia juga
mendapatkan hasil dari pendidikan kepribadian dan
human relationship dari program yang dikembangkan di
sekolah bisnis LNI.
|
|
Gembong
Pudjianto
Gembong
memulai bisnis ini dari kemunduran usahanya sebagai
pengusaha properti. Berangkat dari tidak memiliki
apa-apa, tapi dengan dendam yang positif untuk
melunasi hutang-hutangnya dan ingin membahagiakan
keluarganya. Karena komitmen, berpikir positif,
percaya pada sysem dan bekerja keras, dalam 12 bulan
ia mencapai Bintang 8 dan 1 1/2 tahun meraih BMW.
Dia
menyadari bahwa keberhasilannya itu tidak luput dari
bantuan Tianshi dan LNI serta sponsornya Didik dan
para upline yang mengajarkan untuk selalu berpikir
positif dan mempunyai visi jauh kedepan. Diiringi
dengan Doa dan cinta ia menanti downlinenya di puncak
sukses.
|
|
Kisah sukses lainnya
bisa anda baca di buku “Profile Of Success” nya LNI.
|
|
|
 |
|
 |
|